Nyadranan-Desa-Nyamok

Kajen — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi Nyadranan di Pelataran Makam Dukuh Tambor, Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang dimulai pada pukul 07.00 WIB ini merupakan tradisi warisan leluhur yang telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Tradisi Nyadranan rutin digelar setiap hari Rabu Kliwon pada Bulan Sapar dan Ruwah dalam penanggalan Jawa, menjadi momentum sakral bagi warga untuk mendoakan para leluhur yang telah mendahului.

Seluruh elemen masyarakat Dukuh Tambor tampak antusias mengikuti rangkaian acara, termasuk warga dari luar dukuh, perangkat desa, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta tokoh agama. Kebersamaan terlihat nyata ketika setiap peserta membawa makanan dari rumah masing-masing untuk kemudian saling bertukar dan menikmati bersama. Tradisi berbagi makanan ini menjadi simbol eratnya tali silaturahmi dan gotong royong yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial warga Desa Nyamok.

Rangkaian acara Nyadranan tidak hanya berisi doa dan ziarah kubur, tetapi juga menjadi wadah penyampaian informasi dari Pemerintah Desa Nyamok dan Pengurus Makam Dukuh Tambor kepada seluruh masyarakat. Penyampaian informasi dari Pemerintah Desa disampaikan oleh Sekretaris Desa yang menyampaikan berbagai informasi pembangunan desa, himbauan kewaspadaan musim kemarau, serta ajakan untuk menyukseskan peringatan HUT RI ke-81. Suasana semakin khusyuk ketika seluruh hadirin bersama-sama melantunkan tahlil dan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohonkan ampunan dan keberkahan bagi para leluhur serta keselamatan bagi seluruh warga Desa Nyamok.

Tradisi Nyadranan di Dukuh Tambor bukan sekadar ritual tahunan, melainkan cerminan nyata kearifan lokal yang memperkuat identitas budaya dan spiritual masyarakat Desa Nyamok. Di tengah arus modernisasi, semangat melestarikan tradisi leluhur ini patut diapresiasi dan terus dijaga. Melalui Nyadranan, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada leluhur terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri desa.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *